Apa Itu Bitcoin?

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin (BTC) bukan satu-satunya aset kripto di dunia. Hanya saja Bitcoin adalah aset kripto pertama dengan kapitalisasi pasar tertinggi. Tidak heran, BTC menjadi inspirasi bagi banyak token lainnya, atau yang biasa dikenal sebagai Altcoin atau koin Alternatif. Bitcoin beroperasi menggunakan teknologi blockchain, yang memproses transaksi dan mencatatnya dalam jaringan komputer. Sistem ini membuat Bitcoin dapat dilacak, aman, dan cepat tanpa ada pemerintah atau otoritas tertentu yang mengendalikannya. Bitcoin bersifat terdesentralisasi, artinya jaringan komputer dalam blockchain-nya tersebar di seluruh dunia. Masing-masing komputer yang ambil bagian dalam jaringan disebut sebagai node. Tidak ada yang tahu persis berapa banyak komputer dalam sistem blockchain Bitcoin, namun menurut perkiraan ada sekitar 3 juta komputer di dalamnya.

Aset kripto Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008. Satoshi Nakamoto adalah pseudonym dari pencipta Bitcoin yang sampai saat ini belum dapat dikenali hingga hari ini. Tidak ada yang tahu pasti apakah Satoshi Nakamoto adalah seseorang berkewarganegaraan Jepang sama seperti namanya, ataukah Satoshi Nakamoto sendiri adalah sekelompok orang yang tak dikenal.

Fungsi Bitcoin :

1. Transfer Internasional

Bitcoin memudahkan kamu untuk melakukan pengiriman dana ke berbagai negara. Biaya yang ditetapkan juga relatif rendah, hanya sekitar 0,4 persen dari transaksi. Durasi pengirimannya pun sangat singkat. Uang yang kamu transfer akan tiba hanya dalam jangka waktu satu jam saja.

2. Transaksi

Walau Bitcoin belum diterima sebagai alat transaksi di Indonesia, namun di beberapa negara, ada banyak toko online maupun offline, menerima Bitcoin sebagai bentuk pembayaran. Microsoft misalnya, peranti lunak ini memasukkan Bitcoin sebagai salah satu metode pembayaran untuk pembelian produk di Microsoft Store. Selain itu, Elon Musk, beberapa waktu lalu secara resmi mengumumkan bahwa perusahaan mobil miliknya, Tesla menerima Bitcoin selama sebagai metode pembayaran.

3. Penyimpanan Nilai

Bitcoin memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menghindari dampak dari hiperinflasi. Di Venezuela misalnya, kondisi hiperinflasi membuat uang kamu yang berjumlah jutaan menjadi nol hanya dalam semalam. Oleh karena itu, Bitcoin memberikan alternatif bagi kamu untuk menyimpan uang.

4. Perdagangan (Trading)

Harga Bitcoin yang volatil memberi peluang bagi pemiliknya untuk mendapatkan keuntungan melalui trading. Kamu dapat membelinya ketika turun dan menjualnya saat harga naik. Volatilitas memberikan peluang terjadinya perubahan harga menjadi lebih tinggi.

Sebagian orang lainnya (secara informal disebut Hodlers), percaya bahwa Bitcoin akan semakin populer. Sesuai dengan hukum ekonomi, maka semakin sedikit suplainya, harga BTC juga akan semakin tinggi, terutama ketika semakin banyak orang yang ingin memiliki BTC.

Apa Saja Kelebihan Bitcoin?

1. Keamanan

Tidak seperti mata uang fiat yang rawan pemalsuan, aset kripto tidak bisa dipalsukan. Jaringan blockchain yang menaungi Bitcoin dan koin lainnya tidak dapat direkayasa atau diubah. Sehingga, seluruh historis transaksi kamu terhadap aset digital dapat tercatat secara mendetail. Selain itu, untuk bisa masuk ke dalam aplikasi exchange Bitcoin, kamu harus melewati runtutan sistem keamanan terlebih dahulu.

2. Mata Uang Global

Seperti yang kita tahu, setiap negara memiliki jenis mata uang yang berbeda-beda. Dengan Bitcoin, kamu bisa transaksi di mana saja dan kapan saja tanpa terpengaruh perbedaan jenis mata uang. Sebab, Bitcoin tidak mengenal batas negara, tidak goyah dengan kondisi politik, dan tidak terpengaruh oleh permasalahan apapun yang terjadi pada suatu negara.

3. Pelindung Inflasi

Sama seperti emas, Bitcoin dianggap oleh banyak ahli sebagai aset pelindung dari inflasi. Bitcoin dapat menekan laju inflasi mata uang fiat yang kadang kala berlebihan.

4. Tabungan

Bitcoin bisa menjadi tabungan untuk masa depan yang dapat kamu terapkan tanpa perlu merepotkan atau memakan banyak ruang. Selain itu, dengan kamu menabung pada aset kripto yang satu ini, kamu dapat menghilangkan biaya-biaya tambahan yang berasal dari perantara seperti bank. Contohnya, para pengguna tidak perlu membayar biaya layanan atau uang registrasi seperti saat kita membuka akun di suatu bank tertentu.

Selain memiliki kelebihan, Bitcoin juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

Kekurangan dari Bitcoin

1. Nilai yang Tidak Stabil

Bitcoin (BTC) merupakan aset kripto bersifat spekulatif dan volatilitasnya tinggi. Terkadang, nilai dari aset Bitcoin melambung tinggi, dan di minggu setelahnya mengalami penurunan yang sangat tajam. Oleh karena itu, sangat penting untuk membandingkan harga pasar dari satu platform exchange ke exchange lainnya untuk mendapat harga yang sesuai.

2. Isu Pencucian Uang

Salah satu mitos yang muncul dalam Bitcoin adalah penggunaannya untuk pencucian uang. Isu tersebut muncul karena Bitcoin tidak dikontrol oleh Pemerintah atau lembaga keuangan yang berwenang. Kenyataannya, aset kripto sangat sulit digunakan untuk melakukan money laundry, karena kebanyakan platform telah menggunakan AML dan KYC.

oemahbeling

See all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.

Open chat
Halo
Ada Yang Bisa Dibantu