Mata Uang Kriptografis

Mata Uang Kriptografis

Ide blockchain itu brilian: ini adalah murni didistribusikan system peer-to-peer yang mengelola kepemilikan baru jenis uang digital, yang pada gilirannya digunakan untuk mengkompensasi rekan-rekan sistem untuk memverifikasi dan menambahkan block bar ke struktur blockchain. Data ini bagian dari mata uang baru yang bisa disesuaikan dengan tujuan penerapannya, yaitu pengelolaan kepemilikan jenis uang baru, dengan kebutuhan untuk memiliki alat pembayaran yang terpercaya mengkompensasi kontributornya.

System Bitcoin tidak hanya mengelola kepemilikan uang digital baru secara murni system peer-to-peerterdistribusi tetapi juga memberikan kompensasi rekan-rekannya dengan uang untuk siapa integritas mereka berikan. Karena kenyataan bahwa blockchain mengandalkan banyak pada kriptografi, jenis uang baru ini jugadisebut uang kriptografi atau mata uang kriptografi. Sebagai patokan, anda bias mengatakan itu Bitcoin dan banyak lagi mata uang kriptografis lainnya seperti toko roti yang membayar karyawan mereka dengan roti yang mereka hasilkan, dengan perbedaannya adalah bahwa roti yang mereka hasilkan sebenarnya adalah mata uang digital baru.

Bitcoin adalah mata uang kripto pertama. Prinsip cryptocurrency dijelaskan oleh Satoshi Nakamoto dalam sebuah artikel berjudul “Bitcoin: Sistem Uang Elektronik Peer-to-Peer”, yang dapat ditemukan di halaman bitcoin.org. Dalam artikel ini, Nakamoto menggambarkan Proyek Aset Kripto sebagai sistem pembayaran elektronik berdasarkan bukti kriptografi daripada kepercayaan. Bukti kriptografi ada dalam bentuk transaksi yang telah dicatat dan dicatat pada program yang disebut blockchain.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan popularitas cryptocurrency atau cryptocurrency di Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di pasar internasional. Di Tanah Air, menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag), hingga akhir Mei 2021, jumlah investor aset cryptocurrency atau uang kripto mencapai 6,5 juta orang. Jumlah ini meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan tahun 2020 yang berjumlah 4 juta orang. Cryptocurrency adalah aset digital yang dirancang untuk berfungsi sebagai media pertukaran menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol pembuatan unit tambahan, dan memverifikasi transfer aset.

Menurut Asrorun, syarat-syarat syar’i antara lain memiliki nilai fisik, mengetahui jumlah yang tepat, kepemilikan, dan dapat dialihkan kepada pembeli. “Cryptocurrency sebagai komoditas atau aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah memiliki landasan yang jelas dan manfaat yang jelas yang legal untuk diperdagangkan,” kata Asrorun.

 

 

 

oemahbeling

See all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.

Open chat
Halo
Ada Yang Bisa Dibantu